Berhati-Hati Dengan Alkohol Dapat Membuat Mabuk

Penulis : Admin | Tanggal : 25 May 2019 | Pukul : 11:05:06

 

Bila kita menonton film-film action barat, ada saja yang mengkomsumsi minuman keras yang membuat orang menjadi mabuk sehingga memicu kekerasan berujung perkelahian. Perkelahian di bar / cafe / lokasi nongkrong / kedai dipertontonkan. Mungkin scene itu merupakan bagian dari pertunjukan. Namun itu bisa menjadi pelajaran bagi kita yang menonton bahwa minuman keras dapat menimbulkan keesahan. 

Bagi masyarakat Indonesia pecinta dangdut pasti mengenal lagu "Mirasantika" yang diciptakan dan dinyayikan oleh Rhoma Irama (bang haji) dengan bait-bait yang mengingatkan kita ;

Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila

Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah

Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan

Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan 

Komposisi didalam minuman keras terdapat alkohol dimana bila digunakan berlebihan akan berdampak pada kesehatan. Alkohol telah dikenal manusia sejak jaman dahulu kala. Zat ini dapat diserap dengan cepat kedalam darah melalui lambung dan usus kecil. Alkohol kemudian dimetabolisme di hati, dan dieksresi melalui pernafasan dan urine.

Deskripsi : Buku Foto: dokpri

Untuk mengenal zat yang bikin mabuk ini, RSKO Jakarta mengambil referensi tulisan dari Iman Firmansyah yang berjudul "Tata Laksana Intoksikasi dan Putus Zat Alkohol" yang terdapat di Buku "Narkoba di Indonesia Aspek Medis dan Psikososial" terbitan Institute of Mental Health, Addiction, and Neorosciene, 2017.

Dalam tulisan Iman menyebutkan dalam sebuah penelitian terhadap penyalahguna alkohol menemukan adanya kontribusi genetik dan perubahan lingkungan dalam mempengaruhi respons terhadap alkohol. Adanya peran genetik dalam perkembangan penggunaan alkohol diperlihatkan dengan hasil penelitian berupa tingginya gangguan pada anak dengan orang tua yang alkoholik.

Penelitian tersebut menunjukkan anak dari keluarga alkoholik akan menjadi alkoholik lebih sering dibandingkan kelompok anak yang bukan dari keluarga alkoholik. Proses pembelajaran menjadi memegang peranan penting dalam penyalahgunaan alkohol, dengan adanya bukti-bukti bahwa anak-anak cendrung meniru prilaku orang tuanya.

Lingkungan juga dapat menekan seseorang menjadi alkoholik seperti pengaruh teman sebaya, faktor ketersediaan atau kemudahan untuk mendapatkan minuman beralkohol, dan stres kehidupan sehari-hari.

Kita wajib tau bahwa alkohol dapat merubah absorbsi dan metabolisme nutrisi. Peminum alkohol berat yang kronis dapat mengalami gangguan proses metabolisme dan defisensi. Alkohol akan menyebabkan ketergantungan psikologis, fisik, gejala putus zat bila dihentikan, dan gejala intoksikasi. 

Mekanisme yang mendasari intoksikasi dan craving adalah adanya peningkatan dopamin dan metabolitnya di jaras mesolimbik otak yang merupakan pusat rasa senang. Alkohol juga mempengaruhi serotonin yang mengatur jumlah alkohol yang dikomsumsi. 

Penelitian lain juga menemukan adanya efek tidak langsung dari alkohol pada reseptor GABA tipe A yang berpengaruh pada sedasi, induksi tidur, anti kejang, dan relaksasi otot. Alkohol juga mempunyai efek pada NMDA yang menjadi hiperaktif selama keadaan putus alkohol.

Struktur otak yang mengalami adiksi (kecanduan) mengalami perubahan fisik dan kimawi dibandingkan dengan struktur otak yang normal. Zat-zat yang disalahgunakan mempengaruhi sistem motivasi dan mengubah stimulus gen dalam otak. Efek dari kecanduan, zat yang awalnya dikomsumsi karena keinginan sendiri menjadi keinginan yang terus menerus, maka terjadilah perubahan neurobiologi ; sirkuit otak yang menimbulkan rasa senang mulai diaktifkan.

Penggunaan alkohol mempengaruhi Ventral Tegmentum Area dan serkuit rasa senang (pleasure circuit) serta bagian korteks (pikiran), serebelum (gerakan), dan amigdala (emosi). Sirkuit ini saling berhubungan dengan berkomunikasi melalui neurotransmiter dopamin. 

Dampak dari penggunaan alkohol yang dikaitkan dengan konsentrasi  alkohol yang dikaitkan dengan konsentrasi alkohol dalam darah dengan mengkomsumsi (100 -150 mg/dL) terdapat inkoordinasi dan iratibilitas, komsumsi (150-250 mg/dL) bicara cadel dan ataksia, komsumsi diatas > 250 mg/dL dapat menimbulkan hilang kesadaran (unconsciousness).

Akibat dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh alkohol, pemerintah meneribitkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Minuman keras No.68/Men.Kes/Per/IV/77 menggolongkan minuman beralkohol menjadi golongan A dengan kadar etanol 1-5% (misal : bir, shandy), golongan B dengan kadar etanol 5-20% (misal ; wine), golongan C dengan kadar etanol 20-55% (misal ; whisky, brandy). Selain itu juga minuman alkohol tradisional seperti brem, ciu, tuak, arak dan sebagainya.

Bila ada keluarga yang mengalami kecanduan alkohol sebaiknya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pengobatan dan pemulihan. Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta sebagai one stop  service dalam bidang NAPZA / Penyalahguna Narkoba concern terhadap hal ini.  Bagi diri anda atau anda yang memiliki kerabat, keluarga, teman yang membutuhkan layanan pengobatan dan pemulihan kecanduan narkoba bisa mendapatkan layanan Poli Rawat Jalan RSKO Jakarta.

________________________________

Salam hangat RSKO Jakarta

Twitter (DI SINI) Instagram (DI SINI) Facebook (DI SINI) Web (DI SINI )