RSKO Jakarta Menjadi Tempat Vaksinasi Haji dan Umroh

Penulis : Admin | Tanggal : 21 Jul 2019 | Pukul : 10:07:46

Anda yang pernah berangkat Umrah atau Haji pasti pernah mencari tempat vaksinasi haji & Umroh. Sebenarnya, kenapa semua yang mau ke Tanah Suci harus suntik vaksin meningitis dulu ?

Kompasianers dan warganet sebaiknya memahami bahwa menunaikan ibadah Haji dan Umroh tidak cukup hanya menyiapkan mental dan finansial saja. Lebih dari itu calon jemaah Haji dan Umroh seharusnya juga menyiapkan fisiknya agar siap menghadapi cuaca dan penularan penyakit. Salah-satu penyakit yang di khawatirkan tertular di Arab Saudi ialah Miningitis. Untuk itu perlu vaksinasi miningitis / Vaksinasi Haji & Umroh.

Pada saat musim Haji dan Umroh, umat muslim dari seluruh penjuru (Benua Amerika, Asia, Afrika, Eropa dan Australia) datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah. Tidak bisa terelakan akan berinteraksi dengan negara-negara dari benua Afrika yang merupakan tempat penyebaran penyakit meningitis.

Interaksi tersebut patut diduga menjadi penyebab tercatat nya kasus penyakit meningitis pada jemaah dan petugas Haji yang melayani jemaah di Arab Saudi. Maka dari itu diperlukan vaksinasi vaksinasi haji & umroh untuk mengurangi risiko tertular miningitis. Salah satu vaksinasi yang dilakukan sebelum ibadah Haji dan Umroh adalah vaksinasi meningitis.

Arab Saudi sebagai negara di mana berkumpulnya orang dari penjuru dunia yang berdampak memiliki resiko menjadi tempat berkembangnya penyakit meningitis meningokokus. Oleh karena itu, untuk mencegah terkena penyakit meningitis meningokokus bagi jamaah Haji dan Umroh, setiap warga negara Indonesia yang ingin pergi ke Arab Saudi perlu melakukan vaksinasi meningitis sebagai wujud pencegahan/prevensi.

Dilansir dari kantor berita Antara (DI SINI) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan seluruh jemaah Haji dan Umroh melakukan vaksinasi haji dan unroh khususnya vaksinasi meningitis meningokokus (ACYW-135) sebelum bertolak ke Arab Saudi.

Bila menengok sejarah kasus meningitis pada jamaah Haji Indonesia pernah terjadi pada tahun 1987, di mana saat itu terdapat 99 orang jamaah yang tertular meningitis dan 40 orang di antaranya meninggal dunia. Hal ini perlu dicegah untuk itu vaksinasi miningitis (vaksinasi haji dan umroh) begitu penting dan diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Pentingnya vaksinasi miningitis (vaksinasi haji & umroh) tidak hanya bagi jamaah Haji dan Umroh tetapi untuk negeri kita Indonesia. Orang yang bepergian ke luar negeri membawa risiko menularkan meningitis kepada orang lain yang akhirnya dapat menularkan kepada populasi yang lebih besar. Bila tidak dilakukan pencegahan dari sekarang, bisa saja suatu saat nanti penyakit ini mencapai tahap endemik di Indonesia....Aduuh jangan sampai ya Kompasianers dan warganet....

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut daftar tunggu calon jamaah haji mencapai 3,7 juta per April 2018. Bila melihat data tersebut calon jamaah Haji Indonesia mengalami masa tunggu antara 11 sampai 36 tahun. Hal itu membuktikan animo masyarakat melaksanakan ibadah Haji amat tinggi.

Sebagai informasi, kuota Haji 2018 untuk Indonesia sudah dikatakan normal yaitu 221 ribu jamaah. Tahun lalu 2017 sebanyak 211 ribu jamaah. Untuk tahun 2019 ini, jumlah calon jemaah haji berkisar 221 ribu apabila quota nya belum ditambah oleh Kementerian Agama RI.

Sedangkan jumlah jemaah Umroh tahun 2018 sebanyak 1,1 juta jiwa. Pada tahun 2019 kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah jamaah dari berbagai daerah di Tanah Air yang ingin melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Peningkatan jumlah itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : pertama, taraf hidup masyarakat khususnya umat Islam di tanah air sudah semakin membaik. Kedua, antrean berangkat berhaji sangat panjang, sehingga salah satu alternatif bisa ke Tanah Suci yakni dengan melaksanakan ibadah Umrah ke Baitullah di Makkah.

Sebagian besar para calon jemaah Haji dan Umroh kebingungan kemana harus melaksanakan vaksinasi miningitis dan imunisasi wajib lainnya (vaksinasi haji & umroh). Namun yang terjadi banyak para calon jemaah Haji dan Umroh kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan yang teregistrasi memiliki secara sah blangko sertifikat vaksinasi internasional.

 .........HATI HATI PENIPUAN ..........

RSKO Jakarta melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian, Kementerian Kesehatan RI telah mendapatkan persetujuan pelaksana penerbitan dan permohonan blangko sertifikat vaksinasi internasional dengan nomor FO.03.02/4/343/2019. 

Berdasarkan surat tersebut RSKO Jakarta secara sah dan meyakinkan sebagai fasilitas yang kredibel dan kompeten malaksanakan dan sebagai tempat vaksinasi Haji dan Umroh (vaksinasi miningitis). Untuk informasi pelayanannya dapat membaca nya DI SINI

 

Sebagai one stop service pelayanan medis penyalahgunaan Napza/Narkoba, ternyata RSKO Jakarta juga melayani jemaah Haji dan Umroh yang membutuhkan vaksinasi miningitis (vaksinasi haji & umroh). Interaksi dengan orang dari berbagai negara dan cuaca ekstrim para jemaah membutuhkan vaksinasi yang tidak hanya vaksinasi miningitis saja.

Para kompasianers dan warganet pastinya ada yang mengetahui dan melihat fenomena jumlah jemaah Haji dan Umroh yang semakin tinggi dan kebutuhan akan vaksinasi Haji dan Umroh (vaksinasi miningitis) meningkat, untuk itu RSKO Jakarta melayani vaksinasi Haji dan Umroh. RSKO Jakarta sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Pemerintah mempermudah para jemaah calon Haji dan Umroh mendapatkan vaksinasi Haji dan Umroh.

------------------------------

Mari kita kembali ke penyakit Meningitis meningokukus yang disebabkan oleh infeksi lima tipe bakteri atau serogrup A,B,C,Y, dan W-135. Penularannya melalui butiran ludah yang menempel di mukosa lalu masuk ke peredaran darah dan selaput otak. Meningitis adalah peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang, dan penyakit ini sangat menular.

Berbahaya nya ketika bakteri yang memasuki aliran darah dan menjalar ke otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan meningitis yang akut. Namun dapat pula terjadi bila bakteri langsung menyerang para penderita. Beberapa strain bakteri yang dapat menyebabkan meningitis di antaranya ialah Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis.

Yang patut kompasianers dan warganet ketahui bahwa meningitis bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan ataupun air liur. Masa inkubasi penyakit ini adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari).

Patut diperhatikan gejala awal meningitis hampir sama seperti flu (influenza). Namun, gejala akan bertambah berat dengan panas tinggi dalam waktu yang singkat, yaitu 12-24 jam sejak awal gejala. Gejala meningitis lainnya adalah leher kaku, sakit kepala parah, mual atau muntah, kebingungan atau kesulitan konsentrasi, kejang, sensitivitas terhadap cahaya, dan ketahan fisik melemah.

Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2-3 minggu sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya. Karena efektivitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian.

Setelah memperoleh vaksinasi meningitis (vaksinasi haji dan umroh), barulah calon jemaah akan diberikan kartu International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat memperoleh izin visa dari Pemerintah Arab Saudi. Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon haji untuk melakukan suntik influenza dan pneumonia sebelum berangkat.

 

Sumber : Kemenkes RI, RSKO Jakarta, Antara News, hallosehat.

Penulis : Andri M

------------------------------------------

Terima kasih, Salam Hangat RSKO Jakarta
Facebook (DISINI) - Twitter ( DISINI) - Instagram (DISINI) - Web (DISINI)