Penyuluhan Kesehatan Bahaya Narkoba

Penulis : Admin | Tanggal : 25 May 2019 | Pukul : 17:05:27

Deskripsi : Tim Penyuluhan Kesehatan bersama siswi Madrasah Tsanawiyah Al Hamid, Cipayung, Jakarta Timur I Sumber Foto : dokpri

Kali ini, pada rabu, 10 April 2019, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Unit Humas & Marketing RSKO Jakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Napza / Narkoba di Madrasah Tsanawiyah Al Hamid, Cipayung, Jakarta Timur. 

Kegiatan penyuluhan bahaya narkoba bisa terlaksana juga atas kesadaran pihak Madrasah Tsanawiyah Al Hamid terhadap pentingnya bahaya narkoba bagi peserta didiknya. RSKO Jakarta sangat terbuka atas permohonan pihak Madrasah Tsanawiyah Al Hamid untuk memberikan penyuluhan kesehatan bahaya narkoba kepada siswa didik mereka.

Untuk itu RSKO Jakarta mengutus tenaga Penyuluh Kesehatan, ibu Silvi Amelia SKM dan Humas, bapak Abdurahman Kotala AMK, untuk melakanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bahaya narkoba. Kegiatan ini di ikuti sebanyak 220 siswa (70 siswi & 150 siswa)  dari siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Al Hamid kelas 6 dan 7 .

Deskripsi : para ABG ikut hadir dalam penyuluhan kesehatan I Sumber Foto : dokpri

Deskripsi : tidak hanya siswa, para siswi pun mendapatkan paparan penyuluhan bahaya narkoba I Sumber foto : dokpri

Anak-anak usia sekolah antara 14-18 tahun merupakan usia rawan mencicipi narkoba. Masa ABG (Anak Baru Gede) dan remaja merupakan masa rawan pengaruh terhadap narkoba dan terjerumus dalam pergaulan yang salah. Masa remaja adalah masa dimana ingin mengetahui sesuatu hal yang baru, baik yang berdampak baik atau buruk bagi dirinya.

Penyuluhan bahaya narkoba lebih dititikberatkan kepada tema mengenal baiknya menjauh dari Napza. Kata 'Napza' memang belum begitu populer dibandingkan dengan Narkoba. Karena hal tersebut kata 'Napza' diperkenalkan kepada siswa-siswi ini.

Istilah NARKOBA (Narkotika dan Bahan Berbahaya) diperkenalkan oleh Badan POM dan selanjutnya dilazimkan oleh BNN.  Narkoba adalah bahan/zat aktif yang mempengaruhi kondisi kejiwaan/psikologis seseorang (pikiran, perasaan dan perilakunya) serta dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun psikologis.

Menurut WHO (1982) : “Semua zat kecuali makanan, air atau oksigen yang jika dimasukkan ke dalam tubuh dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik dan atau psikologis

Pengertian NAPZA Menurut  Undang - Undang RI No.22/1997 (diperbaharui UU RI No. 35 Tahun 2009) tentang Narkotika dan No.5/1997 tentang Psikotropika, merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang dapat mempengaruahi kondisi kejiwaan / psikologis seseorang (pikiran, perasaan dan prilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Narkoba / Napza Istilah yang dipakai di dunia ialah Drugs/Substance sedangkan secara umum NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain). Bila zat ini masuk dalam tubuh manusia, akan menimbulkan pengaruh pada kerja otak. 

Penyuluhan ini disesuikan dengan umur dari audiens nya yaitu siswa-siwa kelas 6 dan 7. Untuk itu pengenalan terhadap Narkoba / Napza tidak diarahkan yang menyebabkan mereka ingin dan mencoba. Karena usia-usia tersebut bagaikan spons yang menyerap informasi secara langsung dimana mereka belum dapat meanalisis informasi secara tepat.

Dampak buruk dari Napza / Narkoba memiliki daya adiksi (ketagihan), daya toleran (penyesuaian) dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat kuat, sehingga menyebabkan pemakai narkoba tidak dapat lepas dari pemakainya. 

Salah-satu penyalahgunaan Napza / Narkoba yaitu pemakaian melalui hisapan. Dampak zat ini dapat menyebabkan kerusakan paru karena iritasi jalan pernafasan. Namun yang jauh lebih serius adalah kerusakan akibat pemakaian melalui jarum suntik yaitu overdosis yang dapat menyebabkan kematian, tertular infeksi hepatitis, endokarditis, bahkan beresiko terkena HIV/AIDS.

Jenis Napza / Narkoba menurut efeknya terdiri dari depresan, stimulan, dan halusinogen. Efek dari depresan yakni memperlambat aktivitas pada susunan syaraf pusat, membuat orang lebih santai tapi jadi kurang sadar dengan sekelilingnya. Beberapa depresan yaitu Alkohol, Valium, kodein, heroin, opium, morfin, dsb.

Stimulan dapat meningkatkan aktivitas pada susunan saraf pusat (pemompaan darah semakin cepat, detak jantung dan nafas meningkat, dsb.), mempercepat proses mental, dan membuat orang selalu waspada. Beberapa stimulan yaitu nikotin, amfetamin dan sejenisnya, kokain, dsb.

Halusinogen mengubah dan menyebabkan distorsi tentang persepsi, kondisi pikiran, dan lingkungan, distorsi itu menyebabkan penggunanya melihat atau mendengar sesuatu sangat berbeda dari sebenarnya (atau sebenarnya tidak ada). Beberapa halusinogen yaitu Lysergic Acid Diethylamine (LSD), jamur “ajaib”, Ganja, Meskalin, dsb.

Ada beberapa alasan kenapa individu menggunakan Napza / Narkoba seperti mencoba – coba sesutu yang baru karena rasa ingin tahu, tekanan lingkungan karena ingin diterima kelompoknya, tuntutan pekerjaan dan adiksi  

Nah untuk itu ada beberapa kiat-kiat menghindari penyalahgunaan Napza / Narkoba agar tidak mencoba-coba dengan meyakinkan diri Anda bahwa anda tidak membutuhkan Napza / Narkoba, batasi pergaulan intensif dengan kelompok pengguna Napza / Narkoba, dan hindari ketergantungan (dalam relasi sosial) terhadap pengguna Napza.

-------------------------------

Jumlah pengguna Narkoba di Indonesia selalu meningkat setiap tahun. Korban Napza / Narkoba bukan lagi dominan orang berduit, tetapi sudah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat. 

Dilansir dari kompas.com (DI SINI), Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional ( BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari menyatakan, perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, saat ini berada dalam kondisi menghawatirkan. Dari angka prevalensinya, Indonesia sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Kurang lebih 4 sampai 4,5 juta. Itu bisa dibilang besar sekali angkanya,

Anak-anak usia sekolah antara 14-18 tahun merupakan usia rawan mencicipi narkoba. Masa remaja merupakan masa rawan pengaruh terhadap narkoba dan terjerumus dalam pergaulan yang salah. Masa remaja adalah masa dimana ingin mengetahui sesuatu hal yang baru, baik yang berdampak baik atau buruk bagi dirinya. 

Narkoba bisa datang dengan cara halus, melalui rayuan pemasaran yang dekat dengan nilai kebanggaan yang ada pada golongan muda. Agen-agen pemasarannya telah membangun jaringan luas dan bersifat terputus, antar satu bandar dengan bandar yang lain terkadang tidak saling mengenal. Jika masalah narkoba tidak ditangani serius oleh semua kalangan, maka tujuan untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dan bersih dari narkoba sulit terwujud. 

Mari selamatkan generasi, Salam hangat RSKO Jakarta

Twitter (DI SINI) Instagram (DI SINI) Facebook (DI SINI) Web (DI SINI )