Pentingnya Vaksinasi Haji dan Umroh di Fasilitas Kesehatan Terpercaya

Penulis : Admin | Tanggal : 22 Jun 2019 | Pukul : 16:06:14

Pentingnya Vaksinasi Haji dan Umroh di Fasilitas Kesehatan Terpercaya

 

Deskripsi : Vaksinasi Haji dan Umroh Haruslah dari Faskes Terpercaya I Sumber Foto : dokpri

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia bagi umat Islam. Bulan penuh rahmat bahkan bagi para jemaah Umroh yang akan ke Baitullah. Melakukan ibadah Umrah sudah kita ketahui keutamaannya, sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu demikian pula ketika Umrah. 

Beribadah Umroh di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa dari ibadah Umrah pada bulan lainnya yaitu senilai dengan ibadah Haji bahkan seperti Haji bersama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ( HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256 mengkungkapkan "Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan Haji"). 

Dalam melaksanakan ibadah Umroh di bulan Ramadhan akan sangat berbeda dengan  bulan-bulan lainnya. Jumlah jamaah Umroh akan lebih banyak dari waktu - waktu sebelumnya. Untuk itu para calon jemaah Umroh harus mempersiapkan diri baik fisik, mental dan proteksi kesehatan.

Dilansir dari kantor berita Antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan seluruh jemaah Haji dan Umroh melakukan vaksinasi Haji dan Umroh khususnya vaksinasi meningitis meningokokus (ACYW-135) sebelum bertolak ke Arab Saudi. 

Peraturan ini memberikan kewajiban bagi calon jamaah untuk melaksanakan Vaksinasi Haji & Umroh dan mendapatkan blangko buku kuning bersertifikat sah/legal yang menunjukan telah melaksanakan vaksinasi. 

Sebagian besar para calon jemaah Haji dan Umroh kebingungan kemana harus melaksanakan vaksinasi miningitis dan imunisasi wajib lainnya (vaksinasi haji & umroh). Namun yang terjadi banyak para calon jemaah Haji dan Umroh kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan yang teregistrasi memiliki secara sah blangko sertifikat vaksinasi internasional. 

Kemanakah tempat yang tepat untuk vaksinasi Haji dan Umroh ?

_

Vaksinasi Haji & Umroh Mencegah Risiko Kesehatan Calon Jamaah 

Semua peserta ibadah Haji dan Umroh wajib memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah memperoleh vaksin. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat untuk menunaikan Ibadah Haji juga penting. Untuk itu penting melaksanakan vaksinasi Haji dan Umroh  di fasilitas kesehatan terpercaya jangan ke sembarang tempat.

Risiko penularan penyakit tebilang tinggi karena dari penjuru dunia datang ke Baitullah. Selain kesehatan tubuh yang prima, beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia membuat calon peserta Haji membutuhkan vaksinasi yang dapat mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. 

Pentingnya Vaksinasi Haji & Umroh salah-satunya vaksinasi miningitis tidak hanya bagi jamaah Haji dan Umroh tetapi untuk negeri kita Indonesia. Orang yang bepergian ke luar negeri membawa risiko menularkan meningitis kepada orang lain yang akhirnya dapat menularkan kepada populasi yang lebih besar. 

Bila tidak dilakukan pencegahan dari sekarang, bisa saja suatu saat nanti penyakit ini mencapai tahap endemik di Indonesia. Hal tersebut pastinya tidak kita inginkan bersama. Karena hal tersebut kita sebagai calon jamaah harus memperhatikan proteksi kesehatan bagi diri kita dan agar tidak menularkan kepada yang lain.

Miningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini berisiko tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama Arab Saudi, sebagai tempat umat muslim menunaikan Ibadah Haji dan Umroh.

Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi vaksinasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat vaksin meningitis menjadi syarat calon Haji untuk mendapatkan visa.

Aturan ini sejatinya bukan untuk menyulitkan, namun justru untuk alasan perlindungan, pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi Meningitis bagi siapa saja yang akan datang ke negaranya, dibuktikan dengan buku ICV Meningitis Meningokokus yang menjadi salah satu syarat pengajuan visa termasuk bagi jamaah umrah dan haji.

Penyakit menular lain yang perlu diwaspadai jamaah haji selama di Tanah Suci adalah penyakit influenza. Berbeda dengan batuk-pilek biasa (selesma), penyakit influenza disertai dengan gejala yang lebih berat dan hanya disebabkan oleh infeksi virus influenza.

Strain virus influenza yang paling umum menginfeksi manusia adalah strain virus influenza A dan strain virus influenza B. Contoh dari strain virus influenza A adalah H1N1 dan H3N2, sedangkan contoh strain virus influenza B adalah Victoria dan Yamagata.

_

Vaksinasi Haji dan Umroh di Tempat yang Terpercaya

Calon Jemaah Haji dan Umroh pastinya akan langsung berfikir sebelum pemberangkatan ke Baitullah, kemanakah tempat untuk melaksanakan vaksinasi meningitis/influenza yang terpercaya ?

Ada baiknya calon jamaah Haji dan Umroh tidak asal untuk mencarai tempat vaksinasi. Bisa membahayakan diri anda sendiri karena vaksin tidak hanya yang benar tetapi terjamin kualitasnya, baik dari sisi penyimpanan maupun pada saat penyuntikannya.

Direktur RSKO Jakarta, dr. Azhar Jaya, SKM, MARS dalam kegiatan sosialisasi pentingnya vaksinasi Haji dan Umroh didepan para perwakilan Travel haji dan Umroh pada, 30 April 2019 di RSKO Jakarta, menyampaikan "Sangat penting bagi calon jamaah Umroh untuk melaksanakan vaksinasi di fasilitas kesehatan terpercaya, karena perna ada kejadian pemalsuan buku International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV)" ungkapnya

Bapak Azhar menambahkan bahwa syarat / Peraturan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia bila tidak memiliki Sertifikat Vaksin maka tidak boleh masuk. Aturan ini untuk keselamatan Individu Jemaah Haji itu sendiri dan untuk mencegah/melindungi penduduk Indonesia dari bahaya meningitis (influenza penting tapi tidak wajib).

Sebagai Direktur RSKO Jakarta, bapak Azhar mempromosikan RSKO Jakarta sebagai fasilitas kesehatan terpercaya dalam memberikan layanan Vaksinasi Haji dan Umroh terbaik. Ia menegaskan RSKO Jakarta merupakan milik Kementerian Kesehatan dimana RSKO Jakarta secara legalitas telah mendapatkan ijin dari Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP. 

RSKO Jakarta melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian, Kementerian Kesehatan RI telah mendapatkan persetujuan pelaksana penerbitan dan permohonan blangko sertifikat vaksinasi internasional dengan nomor FO.03.02/4/343/2019.

Tidak hanya itu saja, dokter yang bertugas melaksanakan  Vaksinasi di RSKO Jakarta memiliki Sertifikat, dimana vaksin pun dijamin asli dan dibeli dari distributor resmi dan HALAL, peralatan dan penyimpanan vaksin sesuai standar International, lokasi ruang vaksinasi dibuat khusus dan nyaman sehingga mengurangi kontak dengan orang sakit, dan mampu melakukan pemeriksaan kesehatan lain yang dibutuhkan oleh Jemaah Haji dan Umroh.

Keuntungan lainnya bila melaksanakan vaksinasi di RSKO Jakarta yaitu dapat melayani vaksinasi di luar jam kerja dengan perjanjian, pasien mendapat snack & minuman, jika waktu tunggu lebih dari 4 jam memberikan makanan, calon jemaah Haji & Umroh bagi Travel/Group yang membawa klien dengan jumlah >10 orang maka buku vaksin diantar ke Travel/Group, dan memberikan bonus bagi Travel/Group  untuk setiap 25 orang  mendapat gratis Vaksinasi Meningitis untuk pasien ke 26.

Bapak Azhar menegaskan RSKO Jakarta menyetok dan menyimpan vaksin tidak banyak-banyak untuk menjaga kualitas (baru dan fresh). Beliau beralasan tidak mau memberikan barang rusak apalagi ini untuk ibadah ke Baitullah. Rumah sakit tempat orang sakit, kami menyediakan ruang tunggu yg berbeda dengan pasien lainnya. Ruang tunggunya khusus dan representatif.

Hal-hal yang patut diperhatikan ketika mendapatkan layanan vaksinasi agar tidak mengalami antrian yang lama yaitu melakukan pendaftar On line (DI SINI), calon klien harap memberikan informasi kesehatan terkait pasien dengan darah tinggi harap minum obat hipertensi terlebih dahulu-tidur yang cukup dan hindari minum kopi. Pasien dengan Tekanan darah diatas 170 sistole atau diatas 110 Diastole akan di istirahatkan terlebih dahulu dengan disediakan tempat istirahat.

Sedangkan untuk pasien dengan penyakit berat (gagal ginjal, kanker dengan Khemoterapi dll) diharapkan menyampaikan surat keterangan dokter yang merawat dan identitas pasien untuk dapat diproses legalisasi terlebih dahulu. Bagi klien melaui biro / travel Umroh harap mengetahui PIC yang jelas yang berfungsi sambil menunggu vaksinasi, proses pembayaran sudah bisa diselesaikan.

______________________________________________

Salam Hangat RSKO Jakarta.