RSKO Jakarta Menyelenggarakan Edukasi Kesehatan Dengan Tema TBC

Penulis : Admin | Tanggal : 26 May 2019 | Pukul : 02:05:28

Deskripsi : RSKO Jakarta mendukung Kemenkes dalam pemberantasan TBC I Sumber foto : Kemenkes

Matahari dengan malu-mau pukul 07.30 menyinari peserta senam pagi yang membentuk barisan di area parkiran Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. Mereka melakukan gerakan senam di iringi oleh musik yang keluar dari sound system. Mereka begitu bersemangat mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh para instruktur senam. 

Apa yang mereka lakukan bersama-sama dalam aktifitas fisik Senam Jumat Sehat merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari jumat. Pada hari jumat, 22 Maret 2019, ini lebih spesial karena penyelenggaraan senam jumat sehat juga memperingati Hari Tuberculosis Sedunia (HTBS) 2019. 

Deskripsi : RSKO Jakarta menyelenggarakan kegiatan rutin senam jumat sehat I Sumber Foto : dokpri

Walaupun HTBS yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2019, peringatannya di RSKO Jakarta dilaksanakan 2 (dua) hari lebih cepat agar informasi kesehatan tersebut terpapar bagi masyarakat rumah sakit disaat yang tepat dimana mereka berkumpul di kegiatan Senam Jumat Sehat.

Untuk itu RSKO Jakarta menghadirkan dokter spesialis paru, dr.Rita Kesuma, Sp.P untuk memberikan edukasi kesehatan menyangkut penyakit Tuberculosis (TBC). Edukasi ini merupakan bagian dari promosi dan prevensi kesehatan yang menjadi program dari Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang berkerjasama dengan para profesional dan praktisi medis.

Deskripsi : Direktur Administrasi Umum dan Keuangan, Evi Nursafinah, SE, MPH memberikan informasi bahwa Indonesia bisa terbebas dari TBC di tahun 2030 perlu peran kita bersama I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Sebelum dokter Rita memberikan edukasi dengan tema TB, Direktur Administrasi Umum dan Keuangan, Evi Nursafinah, SE, MPH memberi informasi kepada peserta senam bahwa pemerintah ingin penyakit TBC tereliminasi ditahun 2030, bayangkan TBC masuk dalam 10 penyakit dengan jumlah penderita terbesar untuk itu perlu komitmen kita bersama.

Deskripsi : dr.Rita Kesuma, Sp.P sebagai dokter spesialis paru memberikan edukasi kesehatan dengan tema TBC I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Dokter Rita menyampaikan " Pencegahan TBC bisa kita mulai dari diri kita sendiri sehingga tidak menulari lingkungan, sesuai dengan tema Hari Tuberculosis Sedunia 2019 - Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya - . Jangan lupakan bila Anda terkena TBC harus berobat sampai tuntas".

HTBS diperingati pada 24 Maret setiap tahun nya. HTBS dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC dimana sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Di Indonesia Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu di antara penyakit menular lainnya.

Peringatan HTBS tahun 2019 ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor. Untuk itu RSKO Jakarta ikut andil dan menjadi bagian dalam mensukseskan HTBS 2019 melalui edukasi kesehatan.

Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebarluasan informasi TBC kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. 

Pelaksanaan peringatan HTBS tahun 2019 dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC yang semakin meningkat. Kesadaran akan bahaya TBC dilakukan melalui aksi Gerakan Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) yang merupakan kegiatan penemuan secara aktif dan masif sekaligus mendorong pasien TBC untuk memeriksakan diri dan menjalankan pengobatan hingga tuntas.

Tema HTBS 2019 di Global adalah “Its time”, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia tahun ini mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).

Kenapa “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya” begitu penting karena TBC merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Di tahun 2017, TBC menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian di antara orang dengan HIV negatif dan sekitar 300.000 kematian karena TBC di antara orang dengan HIV positif.

Berdasarkan data WHO jumlah TBC di Indonesia memperkirakan insiden tahun 2017 sebesar 842.000 atau 319 per 100.000 penduduk sedangkan TBC-HIV sebesar 36.000 kasus per tahun atau 14 per 100.000 penduduk. Kematian karena TBC diperkirakan sebesar 107.000 atau 40 per 100.000 penduduk, dan kematian TBC-HIV sebesar 9.400 atau 3,6 per 100.000 penduduk. 

Dengan insiden sebesar 842.000 kasus pertahun dan notifikasi kasus TBC sebesar 442.172 kasus maka masih ada sekitar 47% yang belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun tidak terlaporkan.

Untuk itu deteksi dini dan pencegahan penularan Tuberkulosis begitu penting. Melalui tema dan aksi HTBS ini diharapkan seluruh masyarakat, lintas program dan lintas sektor. Upaya pencegahan dan pengendalian TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi perlu komitmen multisektoral karena permasalahan terbesarnya justru masalah nonteknis.

------------------------

Narasumber :
1.  Dokter spesialis paru RSKO Jakarta, dr.Rita Kesuma, Sp.P.

2.  Kementerian Kesehatan RI

 

Salam hangat RSKO Jakarta

Twitter (DI SINI) Instagram (DI SINI) Facebook (DI SINI) Web (DI SINI