TKHI Dilakukan Pemeriksaan Test Napza / Narkoba oleh RSKO

Penulis : Admin | Tanggal : 21 Jul 2019 | Pukul : 20:07:58

"RSKO siap mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam proses rekrutmen terkait tes MMPI dan tes NAPZA untuk menghasilkan petugas Sigap Handal, Amanah, Responsive, Inisiatif dan Inovatif serta bebas Narkoba. Dengan bekerjasama dengan RSKO pelayanan bisa One Stop Service karena kedua pemeriksaan tersebut dapat dilakukan", ucap Dr. Azhar Jaya, SKM, MARS selaku Dirut RSKO di ruang Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta  (11/1/2019). 

Pada saat para jemaah Haji melaksanakan ibadah di Arab Saudi ada petugas yang mendampingi. Petugas tersebut memiliki skill dibidang kesehatan yang membantu para jamaah Haji ketika mengalami masalah kesehatan saat berada di tanah suci.

Siapakah mereka ? .... kompasianers dan warganet (netizen) patut tau, mereka ini merupakan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH). Para petugas ini merupakan tenaga kesehatan dari berbagai profesi baik itu dokter, perawat, dan profesi kesehatan lainnya. Agar TKHI dan PPIH dapat melaksanakan pengabdiannya secara baik Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI berkerjasama dengan RSKO Jakarta.

Nah ini dia kenapa ratusan tenaga kesehatan berkumpul di hotel Royal Kuningan, Jakarta pada, 25 Januari 2019, untuk dilakukan Tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) dan pemeriksaan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) serta wawancaraMereka merupakan calon anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tenaga dokter wilayah barat Indonesia untuk tahun 2019 sebanyak 256 orang.

Selain pelaksanaan di Jakarta, empat hari sebelumnya sebanyak 240 orang dokter dari berbagai daerah dari wilayah timur Indonesia mengikuti tes kesehatan yang sama seperti di Jakarta yang diselenggarakan oleh Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan & RSKO Jakarta pada 20-22 Januari 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

RSKO Jakarta sebagai fasilitas kesehatan yang profesional dalam melaksanakan Tes MMPI dan wawancara akan dinilai oleh Psikiatri & Psikolog, sedangkan petugas laboratorium melaksanakan Tes NAPZA yang menghasilkan Surat Keterangan Bebas Narkoba 5 (lima) Parameter yaitu Amphetamin (AMP), Morphin (MOP), Cannabinoid (THC), Methamphethamine (METH) dan Coccaine (COC) setelah melalui uji laboratorium Toksikologi RSKO Jakarta.

Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) adalah pelaksana pengamanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia selama perjalanan di Arab Saudi. TKHI bertugas memeriksa kesehatan jasmani jemaah haji, membina kesehatan jemaah haji, melayani keluhan kesehatan jemaah haji, mengamati penyakit jemaah haji dan menyehatkan lingkungan disekitar jemaah haji.

Selain TKHI ada pula Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) bidang Kesehatan yang ikut terlibat dalam memberikan pelayanan. PPIH adalah petugas yang melayani jemaah calon haji Indonesia sehingga harus benar-benar paham dengan tugasnya, terutama saat fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna/Armina).

Patut diketahui oleh para kompasianers dan warganet bahwa para tamu Alloh SWT di tanah suci ada keterwakilan Pemerintah yang memiliki kewajiban memberikan pelayanan. Kementerian Kesehatan RI salah-satu kementerian yang memberikan pelayanan kepada tamu-tamu Alloh SWT di tanah suci.

RSKO Jakarta dilibatkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan test kepada TKHI dan PPIH yang mendampingi para jemaah Haji. Hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada tamu-tamu Alloh SWT yang melaksanakan ibadah pada musim Haji.

Dilansir dari halaman resmi Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI (DI SINI) Kapuskeshaji Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc menyampaikan bahwa  Kementerian Kesehatan RI dalam hal ini Pusat Kesehatan Haji memperketat dalam penentuan petugas haji kesehatan salah satunya dengan melakukan Tes MMPI dan Tes Napza. Dengan hadirnya RSKO Jakarta besar harapan Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI agar rekrutmen petugas kesehatan haji lebih baik.

Proses rekrutmen tahun 2019 ini akan lebih ketat dengan adanya mekanisme wawancara dan tes Napza (Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya) melalui kerja sama dengan RS Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur, Jakarta. Selain itu dilakukan tes kebugaran dan MMPI saat pelatihan kompetensi.

Baca juga : CPNS Bingung Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Narkoba ? , RSKO Jakarta Tempatnya

RSKO Jakarta sebagai One Stop Service fasilitas kesehatan pelayanan medis di bidang Napza dikenal terpercaya dan profesional. Untuk itu RSKO Jakarta mengirimkan tenaga-tenaga profesional sebanyak 10 orang di Surabaya dan 12 orang di Jakarta dari berbagai profesi (psikiater, dokter, perawat, psikolog, petugas labolatorium, dan supporting staff).

Pemeriksaan ini bisa terwujud untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di ruang Kepala Pusat Kesehatan Haji. Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dan Direktur Utama RSKO, dr. Azhar Jaya, SKM, MARS pada hari Jum'at, tanggal 11 Januari 2019.

Perjanjian Kerja Sama ini sebagai dasar melaksanakan Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), wawancara dan Tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) untuk calon anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) bidang Kesehatan tahun 2019.

Jumlah calon TKHI yang akan mengikuti tes Tes MMPI dan Tes NAPZA disesuaikan dengan jumlah Kelompok Terbang (Kloter) yang ditetapkan Pemerintah, sedangkan jumlah calon PPIH paling sedikit 306 orang. Kedua tes ini akan dilaksanakan pada saat Workshop dan/atau Pelatihan Kompetensi bekerja sama dengan BBPK/Bapelkes/Latkesmas yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan.

Patut diketahui memasuki tahun 2019, dilansir dari portal Pusat Kesehatan Haji (DI SINI), Kemenkes RI telah melakukan proses rekrutmen untuk mendapatkan petugas kesehatan terbaik yang akan mendampingi Jemaah Haji pada Musim Haji 1440 H/2019 M. Dari 11.300 orang pendaftar, sebanyak 1800 Dyufurahman (Pelayan Tamu Alloh) akan ditetapkan sebagai Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI).

Petugas terpilih terdiri dari 1521 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 306 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan termasuk Tim Manajerial dan Asistensi. Jumlah ini masih sama dengan jumlah petugas penetapan tahun 2018. Hal ini disebabkan kuota petugas yang terbatas.

---------------------

Terima kasih, Salam Hangat RSKO Jakarta
Facebook (DISINI) - Twitter ( DISINI) - Instagram (DISINI) - Web (DISINI)